cerita dia, ceritaku, dan cerita mereka

Aku ingin bercerita mengenai kebiasaan ku diluar rumah (terutama disekitar teman-temanku), entah ini kebiasaan baik ataupun buruk. Hmm..kalo menurut ku sih tergantung dari sudut pandang tiap orang menyimak pengakuan ku ini sih. Jangan langsung menilai baik atau buruk. Tapi pandang dari beberapa segi. Simpel kan? (gag yah?)

Begini ceritaku : aku adalah orang yang serba ingin tahu masalah orang (kasarnya ikut campur). Aku selalu menempelkan hidungku pada tiap urusan orang lain (padahal hidungku sama sekali gag mancung), semua itu ku lakukan karena aku ingin tahu alasan kenapa orang berbuat seperti itu, apa yang membuat mereka melakukan hal-hal seperti itu, mengatakan sesuatu hal, dan faktor apa yang membuat mereka melakukan/bertindak seperti itu. Tapi terkadang kebanyakan orang yang bercerita mengenai rahasianya padaku, mereka tak membuat janji terlebih dahulu denganku. Aku hanya memancing sedikit dengan kata-kata ampuhku, dan rupanya mereka terpancing (ikan kali yee?). Dan mereka pun bercerita layaknya mendongeng. Terkadang aku bisa memberi masukan dan terkadang juga gag. Masukan-masukan ku itu yah yang secara logika dan realita aja, ga muluk-muluk sih, tapi kelihatannya banyak si pencerita pendongeng itu kurang terima dengan usulanku (nampak dari raut wajahnya yang ga enak banget diliat). Apakah karna aku terlalu menggunakan usul yang secara logika dan realita?? (salah ya?)

Sebenernya aku menyukai hal ini, karena menurutku bahwa aku bisa belajar dari pengalaman orang-orang yang banyak bercerita denganku. Misalnya aja masalah yang sering di ceritakan padaku itu tentang “Love” dan “Persahabatan” atau malah digabung “Love/Persahabatan”.

Jujur aja sih, dari SD aku ga percaya sama yang namanya sahabat sejati, aku lebih suka punya temen yang banyak daripada punya sahabat yang suatu ketika bila peperangan terjadi, sahabat bisa menusukku dari belakang lebih sakit daripada tusukan teman-teman biasa. Apakah ini pengalamanku juga? (mungkin ya, mungkin tidak). Tapi walau aku berpikiran seperti itu, aku selalu memberi unsur positif pada teman-temanku yang bercerita mengenai uneg-uneg sahabatnya. Kalo kalian bertanya, “kenapa kamu bisa begitu?” Aku hanya bisa menjawab, “yah entahlah, yang penting mereka bahagia dan akupun tak terusik akan hal itu”.

Kalo mengenai permasalahn “Love”. Sebelum aku mulai berpacaran ketika genap usiaku 17 tahun, memang banyak teman-temanku yang meminta pendapatku demi memuluskan hubungan dengan pasangan mereka. Dengan sok tau nya aku tanpa bermodalkan pengalaman, teori, atau jampe-jampe apapun itu, aku mulai berkoar-koar memberi asupan sesajen asuhan Ibu Pertiwi. Hingga pada akhirnya mereka bilang, “Kayaknya, kamu udah berpengalaman menghadapi masalah kayak gini yah?” atau “Hmm..beruntung yah cowo yang bisa ngedapetin kamu!” atau “Pasti hubunganmu dengan pacarmu langgeng banget deh!” (WHAT?! Hulala!). Aku cuma bisa diem dan nyengir-nyengir kuda aja. Gag mungkin juga aku mengecewakan pelangganku (haha..berasa jadi Dokter Boyke). Yah aku sih seneng aja lihat mereka yang terkadang abis beres cerita langsung cerah mukanya. Tapi apa kabar dengan masalahku ??

Dan suatu ketika mulailah aku dihadapi dengan suatu masalah yang seharusnya itu menjadi masalah yang sepele buatku, tapi malah jadi ribet urusannya. Pan pusing ogut jadinya. Ya sudahlah, hening sejenak, tinggalkan semua aktivitas dan berdoa mohon bantuan dari Yang Maha Kuasa dan minta pendapat teman. (hahaha..)

Intinya manusia itu makhluk sosial, ga bisa manusia hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Mereka mungkin membutuhkanku begitu pula sebaliknya aku pun juga membutuhkan mereka.

Apakah aku masih menganggap sahabat sejati itu ada?

Lalu bagaimana hubunganku dengan pasanganku?

Dan sesungguhnya, siapakah AKU ini?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s