Benarkah Pendidikan di Indonesia Sudah Berkualitas?

Sekolah

Terhambatnya peningkatan pendidikan Indonesia di sebabkan tidak terfokusnya arah peningkatan pendidikan itu sendiri. Pendidikan merupakan salah satu sarana yang sangat menunjang untuk pembangunan negara. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan SDM yang berkualitas pula untuk segala aspek pembangunan negara. Apabila SDM lemah, maka negara pun tidak akan berkembang.

Kualitas SDM yang sangat diperlukan untuk kemajuan negara adalah SDM yang berkompeten pada ilmu dan wawasan yang luas. Namun dibalik ilmu dan wawasan yang luas, moral dan akhlak yang baik merupakan faktor yang sangat mendukung dalam pengembangan SDM. Jika SDM memiliki kompetensi yang baik, namun tidak disertai akhlak yang baik, maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam suatu ritme kompetensi, yang akhirnya dapat merugikan negara itu sendiri. Begitu pula dengan memiliki akhlak yang baik, namun tidak disertai tingginya kualitas ilmu dan wawasan, maka sesuatu yg dimiliki itu tidak berarti.

Kurangnya pemerataan pembangunan dalam hal pendidikan menjadi salah satu faktor menurunnya kualitas SDM. Pemerintah saat ini belum mencapai pemerataan pembangunan nasional khususnya dalam hal peningkatan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil, seperti bangunan sekolah yang masih belum layak maupun fasilitas lain (misalnya ketersediaan buku – buku pelajaran yang masih memakai kurikulum lama) yang mendukung kegiatan belajar-mengajar. Pada kenyataannya, terjadi gap yang menciptakan kelas sosial antara pendidikan di kota dengan di daerah-daerah terpencil. Benarkah kesempatan untuk sukses hanya dimiliki oleh para siswa yang mampu saja? Benarkah Kelas Internasional yang dibangga-banggakan dengan biaya mahal hanya boleh dinikmati siswa ‘kelas atas’ saja?

Sumber daya yang melimpah ruah tidak akan berarti jika tidak ada manusia terampil yang terdidik. Seandainya pun bila saat ini pembangunan sarana dan prasarana di daerah terpencil telah terwujud, namun dengan mengutamakan pembangunan fisik saja belum cukup, masih banyak fasilitas pendidikan yang belum mendukung terciptanya SDM yang berkualitas. Faktor lain yang mengakibatkan kemerosotan kualitas SDM di masyarakat, contohnya adalah bocoran soal ujian yang notabene diberikan oleh guru sendiri. Mereka ingin anak didiknya lulus dengan nilai yang baik, dan sekolah mendapat predikat lulus 100% tanpa memikirkan efek jangka panjang dari perbuatan mereka. Akibatnya, mental kompetensi mereka tidak terasah sejak dini dan akhirnya merusak masa depan generasi penerus bangsa.

Kurangnya kedisiplinan menjadi faktor dari menurunnya kualitas SDM. Banyak sekolah beranggapan bahwa memulangkan siswa yang terlambat akan membuat siswanya jera. Bagaimana untuk siswa yang memang tidak punya niat sekolah? Bukankah itu hukuman yang menyenangkan? Sama pun halnya dengan tenaga pengajar yang kurang disiplin juga menjadi sorotan dunia pendidikan saat ini. Beberapa tenaga pengajar ‘datang’ dan ‘pulang’ sesuka hati tanpa memikirkan kualitas materi yang disampaikan. Banyak tenaga pengajar yang kurang memahami materi sehingga membuat siswa semakin bingung dalam belajar.

Dari kejadian realita tersebut, dapat menjadi rekomendasi kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan pemerataan pembangunan di bidang pendidikan, terutama pendidikan di daerah-daerah terpencil yang tertinggal jauh kurikulumnya serta pendidikan moral yang diberlakukan bagi siswa maupun tenaga pengajarnya. Dan untuk masyarakat luas yang ingin menjadi pribadi sebagai SDM yang berkualitas, perlu menyadari betapa pentingnya pendidikan untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa sehingga kualitas bangsa di mata dunia pun turut meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s