LIMA BESAR ASPEK – ASPEK KEPRIBADIAN

personality1

Lima sifat kepribadian menjelaskan frekuensi atau intensitas perasaan, pikiran, atau perilaku seseorang. Kelima sifat kepribadian ada pada rangkaian kesatuan daripada sebagai atribut yang dimiliki atau yang tidak dimiliki oleh seseorang.

1. Extraversion

     Ekstrovert ditandai oleh hubungan keterlibatan dengan dunia luar. Ekstrovert memiliki ciri-ciri seperti : senang dengan orang-orang, penuh dengan energi, dan sering mengalami emosi positif, cenderung antusias, orientasi terhadap tindakan, orang-orang yang kemungkinan akan berkata “Ya!” atau “Mari kita lakukan!” untuk hal-hal yang menyenangkan, mereka ingin berbicara, menegaskan diri sendiri, dan menarik perhatian untuk diri sendiri.

     Berbeda halnya dengan sifat introvert. Mereka tidak memiliki energi dan tingkat aktivitas seperti ekstrovert, cenderung lebih tenang, berhati-hati, dan kurang terlibat dengan dunia sosial. Introvert seharusnya tidak diinterpretasikan sebagai kemaluan atau depresi, introvert hanya memerlukan sedikit stimulasi dari Ekstrovert dan lebih suka menyendiri. Tapi pada kenyataannya, introvert memiliki nilai yang tinggi pada dimensi agreeableness, mereka tidak akan keluar mencari orang lain tetapi akan sangat menyenangkan ketika didekati

2. Agreeableness

     Agreeableness mencerminkan perbedaan individu dalam kepedulian, kerjasama, dengan keselarasan sosial. Mereka peka, ramah, murah hati, suka menolong, dan mau berkompromi dengan kepentingan orang lain. Mereka memiliki pandangan optimis dan percaya bahwa orang pada dasarnya jujur, sopan, dan bisa dipercaya. Agreeableness lebih menguntungkan untuk mencapai dan mempertahankan popularitas. “Orang yang lebih mudah setuju” lebih disukai. Namun disisi lain, agreeableness tidak berguna dalam situasi yang sulit atau memerlukan keputusan mutlak yang obyektif.

     Sedangkan “individu yang tidak mudah setuju” lebih mengutamakan kepentingan sendiri di atas kepentingan bersama. Mereka tidak peduli dengan orang lain, jadi mereka juga tidak mungkin mengulurkan tangan untuk orang lain. Terkadang mereka skeptis tentang motif orang lain yang menyebabkan mereka menjadi curiga, tidak ramah, dan tidak kooperatif. Namun orang yang tidak mudah setuju dapat mencetak ilmuwan yang sangat baik, kritikus, atau tentara.

3. Conscientiousness

    Conscientiousness adalah cara dimana mengatur suatu dorongan. Hal ini dapat berlaku secara spontan dan menyenangkan, individu yang implusif dapat dilihat oleh orang lain sebagai “orang yang penuh warna”, menyenangkan bersama, dan jenaka. Orang lain dapat berkesimpulan bahwa orang conscientiousness adalah orang cerdas dan dapat diandalkan. Individu ini menghindari masalah dan mencapai tingkatkeberhasilan melalui arti perencanaan dan ketekunan.

4. Neurotic

Neuroticism merujuk kepada kecenderungan untuk mengalamai perasaan negatif khusus, seperti gelisah, marah, atau depresi. Mereka merespon secara emosi untuk peristiwa yang tidak akan mempengaruhi banyak orang, dan reaksi mereka cenderung lebih intens dari biasanya. Masalah dalam emosional neurotic dapat mengurangi kemampuan untuk berpikir secara jelas, mengambil keputusan, dan berupaya secara efektif dalam tekanan.

     Individu dengan nilai rendah dalam neuroticism justru malah kurang mudah kecewa dan kurang reaktif secara emosional. Mereka cenderung lebih tenang, emosi stabil, dan tetap bebas dari perasaan negatif. Kebebasan dari perasaan negatif tidak berarti bahwa mengalami banyak perasaan positif, frekuensi emosi positif adalah komponen dari domain extraversion.

5. Openness to Experience

     Menjelaskan dimensi gaya kognitif yang membedakan imajinatif, orang-orang kreatif, sederhana dan orang-orang konvensional. Orang yang terbuka secara intelektual ingin tahu, menghargai seni, dan peka terhadap keindahan. Mereka cenderung lebih mengetahui perasaan mereka dengan orang yang tertutup, berpikir dan bertindak secara idividualistis dan cara yang sesuai aturan.

     Individu yang memiliki nilai rendah pada ciri ini, cenderung picik dan terbatas. mereka lebih suka yang sederhana, terus terang, dan mudah mengerti terhadap situasi yang kompleks, ambigu, dan licik.

     Gaya intelektual pada orang yang terbuka dapat melayani seorang dengan baik, tetapi penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pemikiran tertutup cocok pada pekerjaan yang berkaitan dengan pelaksanaan kerja yang unggul seperti kepolisian, penjualan, dan sejumlah pekerjaan yang berorientasi pada pelayanan.

Kepribadian 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s