KESEHATAN – Kanker Payudara

PicsArt_1378412648859

     Pada dasarnya struktur payudara pria sama dengan wanita, hanya saja payudara pria tidak mengalami perkembangan lebih lanjut. Tapi bukan berarti pria terbebas dari resiko kanker payudara. Pria juga dapat terkena kanker payudara walau persentasenya lebih kecil daripada perempuan. Bahkan penyebaran kanker payudara pada pria lebih cepat karena jaringan sekitar payudara pria lebih tipis dari perempuan sehingga tahap awal mungkin sudah terjadi pelekatan pada jaringan sekitarnya.

     Kanker payudara pada pria dimulai dengan jumlah kecil jaringan payudara di tubuh mereka. Jaringan payudara terdiri dari susu yang memproduksi kelenjar (lobulus), saluran yang membawa susu ke puting susu dan lemak. Wanita mulai mengembangkan lebih banyak jaringan payudara selama masa pubertas, sementara pria tidak. Karena kita semua dilahirkan dengan sejumlah kecil jaringan payudara, semua orang punya risiko untuk mengembangkan kanker payudara. Adapun jenis kanker payudara yang didiagnosis pada pria meliputi:

  1. Kanker yang dimulai di saluran susu. Ductal carcinoma adalah jenis yang paling umum dari kanker payudara pria. Hampir semua jenis kanker payudara pria dimulai di saluran susu.
  2. Kanker yang dimulai dalam kelenjar penghasil susu. Lobular carcinoma jarang terjadi pada pria karena pria memiliki beberapa lobulus dalam jaringan payudara mereka.
  3. Kanker yang menyebar ke puting. Dalam beberapa kasus, kanker payudara dapat terbentuk dalam saluran susu dan menyebar ke puting, menyebabkan puting tampak berkerak dan muncul sisik di sekitar puting. Ini disebut penyakit Paget pada puting.

      Kanker payudara pria terjadi ketika beberapa sel payudara mulai tumbuh abnormal. Sel-sel ini membelah lebih cepat dari apa yang biasanya dilakukan oleh sel-sel sehat. Sel-sel kemudian mengakumulasi membentuk tumor yang dapat menyebar (metastasis) ke jaringan di dekatnya, ke kelenjar getah bening atau ke bagian lain dari tubuh. Beberapa pria mewarisi gen mutasi dari orang tua mereka yang meningkatkan risiko kanker payudara. Mutasi dari salah satu gen (BRCA2), menempatkan pria pada risiko lebih besar terkena kanker payudara dan prostat. Fungsi normal gen ini adalah untuk membantu mencegah kanker dengan membuat protein yang menjaga sel-sel dari tumbuh abnormal. Tetapi jika mereka mengalami mutasi, gen ini tidak akan efektif untuk melindungi tubuh dari kanker.

     Kelainan pada payudara terbagi menjadi dua , yaitu kelainan INFEKSI (peradangan) dan kelainan NEOPLASTIK (pertumbuhan jaringan baru pada payudara). Kelainan neoplastik sendiri terbagi menjadi dua, yaitu LESI (perubahan sel/jaringan) GANAS dan LESI JINAK. Wanita yang didiagnosis dengan kelainan-kelainan payudara dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Menurut American Cancer Society tahun 2008, beberapa kelainan mempunyai risiko untuk berkembang menjadi kanker payudara. Lesi non proliferatif merupakan kelainan yang mempunyai peluang kecil untuk berkembang menjadi kanker payudara, antara lain penyakit fibrokistik, adenosis, fibroadenoma simpleks, papiloma, radang pada payudara (mastitis), tumor jinak lainnya seperti lipoma (tumor jinak pada jaringan lemak), hemangioma.

     Kanker payudara merupakan kanker yang paling ditakuti oleh seluruh kaum wanita di seluruh dunia yang mengancam jiwa.Wanita yang menderita kanker payudara, berujung pada kematian. Karena kanker payudara umumnya sulit untuk terdeteksi, ketika memasuki stadium lanjut (stadium 3 atau stadium 4) barulah terlihat sel kanker ganas yang bersarang pada payudara wanita. Meski pengobatan kanker payudara telah dilakukan, namun pengobatan yang dilakukan dapat dikatakan terlambat.

     Kanker payudara lebih banyak menyerang payudara sebelah kiri dan lebih sering menyerang bagian atas payudara (dekat lengan). Dengan mengangkat tangan dan memencet payudara untuk melihat apakah payudara keluar cairan berwarna kuning atau darah padahal tidak sedang menyusui dan apakah terasa benjolan dalam payudara. Segera periksa ke dokter jika menemukan hal-hal yang aneh pada payudara anda. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa GEJALA kanker payudara yang dapat dilihat :

  1. Benjolan atau massa pada payudara (dapat diraba)
  2. Benjolan yang tidak hilang atau permanen, biasanya tidak sakit dan terasa keras bila disentuh atau penebaan pada kulit payudara atau di sekitar ketiak.
  3. Adanya perubahan bentuk atau ukuran payudara dari sebelumnya bukan saat hamil dan menyusui.
  4. Adanya luka di sekitar puting susu dan sekitarnya yang susah sembuh.
  5. Adanya cairan (darah atau nanah atau cairan lainnya yang berbau busuk) yang keluar dari puting susu.
  6. Puting susu masuk atau ketarik ke dalam payudara atau biasa disebut sebagai retraksi.
  7. Puting susu bisa saja hilang atau putus.
  8. Perubahan pada puting susu, seperti gatal, terasa terbakar.
  9. Warna puting yang semakin menggelap.
  10. Kerutan (seperti kulit jeruk purut) pada kulit payudara.
  11. Kulit payudara mengalami perubahan warna menjadi merah muda – cokelat – seperti kulit jeruk.
  12. Kulit payudara seperti terbakar.
  13. Timbul borok pada payudara.
  14. Rasa sakit hilang-timbul ketika tumor semakin besar.
  15. Payudara normal berukuran simetris antara payudara yang kanan dan kiri. Warna dan bentuknya seperti biasa.

     Kanker payudara dapat diketahui dengan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang ada. Dengan mengetahui faktor risiko akan lebih mudah untuk mengindentifikasi ketergolongan risiko tinggi atau tidak beresiko. Adapun fakta-fakta PENYEBAB terjadinya kanker payudara yang dapat disimak yaitu :

  1. Usia Kehamilan Pertama. Risiko kanker payudara sering menyerang wanita yang mengandung pada usia lebih dari 30 tahun. Pada saat kehamilan adanya rangsangan pematangan sel-sel payudara, sehingga membuat sel-sel lebih peka terhadap perubahan keganasan. Usia kehamilan pertama memiliki dampak yang lebih besar terhadap risiko kanker payudara daripada usia kehamilan berikutnya.
  2. Jumlah Kelahiran. Wanita yang belum melahirkan mempunyai risiko 30% untuk berkembang menjadi kanker dibandingkan dengan wanita yang sudah melahirkan. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah kelahiran maka risiko kanker payudara pun menurun jika dibandingkan dengan wanita yang belum mempunyai anak.
  3. Masa Menyusui. Menyusui mempuyai efek protektif terhadap risiko terjadinya kanker payudara. Semakin lama waktu menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara dan semakin besar efek proteksi terhadap kanker yang ada, dan risiko kanker menurun 4,3% tiap tahunnya pada wanita yang menyusui. Selain itu, yang perlu diketahui oleh ibu menyusui, bahwa sel kanker tidak dapat terbawa melalui menyusui. Jadi, ketika menyusui pun ibu yang terkena kanker payudara tidak akan meningkatkan resiko kanker pada anaknya.
  4. Faktor Endokrin. Faktor ini terkait dengan kadar hormon estrogen sebagai faktor utama risiko terjadinya kanker payudara. Faktor endokrin terbagi menjadi faktor endogen (hormon estrogen yang didapat dari dalam tubuh) dan faktor eksogen (hormon estrogen yang didapat dari luar tubuh).
  5. Faktor Endogen. Faktor risiko dalam pertumbuhan kanker payudara pada wanita adalah paparan hormon estrogen dari dalam tubuh selama hidupnya. Faktor-faktor seperti menstruasi dini (sebelum usia 12 tahun) dan menopause pada usia lanjut (setelah usia 55 tahun) merupakan faktor risiko yang berperan dalam pertumbuhan kanker payudara.
  6. Faktor Eksogen. Penggunaan terapi hormon estrogen dari luar untuk tujuan kontrasepsi seperti penggunaan kontrasepsi oral maupun pada penggunaan terapi sulit hormon pada wanita menopause, keduanya dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Namun dewasa ini, pil kontrasepsi pada saat ini sudah memiliki kandungan hormone estrogen dan progesterone dalam dosis rendah. Banyak penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pil kontrasepsi dan meningkatnya resiko kanker payudara. Penelitian-penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa resiko ini menurun seiring waktu. Jadi, setelah 10 tahun pil kontrasepsi tidak lagi dikaitkan dengan resiko penyebab kanker payudara.
  7. Riwayat Adanya Penyakit Tumor Jinak. Tumor jinak pada payudara dapat berubah struktur menjadi ganas, seperti pada jenis tumor hiperplasia duktus atipik.
  8. Faktor genetik atau ada riwayat keluarga yang mengalami penyakit kanker payudara. Ibu atau saudara kandung wanita dalam satu keluarga yang menderita kanker payudara, umumnya akan menurunkan kepada salah satu anggota keluarga lainnya. Risiko diturunkannya kanker payudara 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara. Tapi pada kenyataannya, setiap perempuan beresiko mengidap kanker payudara. Sekitar 80% dari perempuan yang terkena kanker payudara, tidak memiliki riwayat kanker payudara dari keluarganya (tidak ada faktor genetik). Bertambahnya usia – semakin bertambahnya usia organ tubuh – merupakan resiko terbesar kanker payudara. Bagi perempuan yang tidak memiliki riwayat kanker payudara di keluarganya, tingkat resiko mungkin bisa sedikit lebih besar, sangat besar atau sama sekali tidak lebih besar dari perempuan yang memiliki riwayat kanker payudara.
  9. Resiko terbesar dialami oleh wanita yang berusia di atas 40 tahun. Namun pada kenyataannya dari usia lahir sampai 39 tahun, satu dari 231 perempuan terkena kanker (<0,5% resiko); Dari usia 40-59 tahun, satu dari 25 jiwa (4% resiko); Dari usia 60-79 tahun terdapat satu dari 15 jiwa (hampir 7%). Penelitian menyebutkan 77% kasus kanker payudara muncul pada usia diatas 50 tahun. Apabila Anda hidup sampai berusia 90 tahun, resiko Anda mengalami kanker payudara selama hidup adalah satu dari 7 jiwa, dengan total keseluruhan resiko 14,3%.
  10. Mengonsumsi terlalu banyak lemak sehingga menyebabkan obesitas. Sejumlah penelitian tidak dapat menemukan adanya hubungan antara mengonsumsi makanan berlemak dan resiko kanker payudara. Namun, sejumlah penelitian yang sedang berlangsung masih mencoba untuk mengklarifikasi masalah ini lebih lanjut. Kelebihan berat badan adalah faktor resiko kanker payudara karena lemak yang berlebih dapat meningkatkan produksi estrogen di luar ovarium dan menambah tingkat estrogen dalam tubuh.
  11. Kanker payudara dapat disebabkan oleh adanya luka dipayudara. Hal ini sama sekali tidak ada bukti yang menunjukkan benturan pada payudara dapat meningkatkan resiko terkena kanker payudara.

Faktor PENYEBAB kanker payudara lainnya :

  1. Terkena radiasi ionisasi ketika sebelum dan sesudah pubertas.
  2. Asap rokok selain mempunyai efek langsung beracun dan karsinogenik, juga dapat mempengaruhi risiko penyakit kronis melalui mekanisme hormonal
  3. Minum alkohol 1-2 gelas/hari dapat meningkatkan kadar estrogen endogen sehingga meningkatkan aktivitas tumor. Kandungan dalam setetes alkohol tentunya mengakibatkan risiko yang cukup besar, salah satunya kanker payudara.
  4. Payudara sering dipencet atau diremas.
  5. Gizi buruk yang dikonsumsi pada makanan.
  6. Sistem pertahanan tubuh yang gagal dibangun oleh tubuh.
  7. Sel payudara mengalami perubahan sifat menjadi ganas
  8. Pernah terdapat tumor atau kanker payudara sebelumnya
  9. Mendapatkan terapi pengganti hormon jangka panjang.
  10. Faktor stres. Stres akan meningkatkan kadar hormon kortisol, yang dapat memicu terjadinya kanker payudara.

     Fakta keberadaan tumor payudara di dekat ketiak, walau jumlahnya tidak seimbang tetap saja membuat ilmuwan mencurigai paraben yang terdapat dalam produk obat, minuman, dan kosmetik yang meniru fungsi hormon perempuan, yakni estrogen (faktor resiko kanker payudara). Para penelitian mengusulkan sebaiknya kaum perempuan mengurangi atau sama sekali tidak memakai deodoran/antipespiran atau produk kosmetik lainnya sebisa mungkin. Namun, penelitian di Amerika  mengemukakan bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara penggunaan deodoran dengan kanker payudara. Tidak ada penelitian yang dapat membuktikan dengan kuat adanya  pengaruh penggunaan antiperspiran dengan kanker payudara.

     Semua faktor tersebut masih berdasarkan kemungkinan, karena seseorang yang tidak memiliki faktor yang berisiko tetap saja dapat terkena kanker payudara. MAka dari itu, pencegahan dini sangat diperlukan. Pemeriksaan kanker  payudara yang paling baik yaitu ketika stimulasi hormon dari payudara paling sedikit, yakni 7-10 hari setelah awal dari siklus haid. Pada saat itu, penyimpanan cairan dari payudara dan pembelahan sel adalah paling rendah. Disarankan wanita usia >17 tahun melakukan pemeriksaan payudara sendiri minimal 1x sebulan. Jika dirasa ada kelainan, diagnosis dapat dipastikan melalui pemeriksaan fisik payudara atau mamografi.

     PENGOBATAN ilmiah maupun herbal, tergantung pada stadium atau tingkatan kanker pada waktu pengobatan dilakukan. Lebih dini kanker ditemukan dan diobati dengan cepat dan tepat, maka lebih besar kemungkinannya untuk sembuh.

  1. Pengobatan Alternatif. Jika obat-obatan alternatif digunakan sebagai pengganti pengobatan standar, maka penderita tidak bisa membuktikan manfaat dari pengobatan standar. Meskipun kegunaan obat-obatan alternatif untuk kanker tidak terbukti secara ilmiah, terdapat potensi nyata yang membahayakan, karena obat-obatan alternatif bisa beracun dan obat-obatan alternatif bisa bereaksi terhadap pengobatan standar dan mengurangi manfaatnya. Contoh pengobatan standar adalah seperti kemoterapi.
  2. Pengobatan Herbal. Herbal yang selama ini diketahui manfaatnya untuk penyakit kanker payudara, hanya berfungsi sebagai pencegah dari awal saja. Sementara untuk fase yang lebih tinggi dibutuhkan pengobatan medis.
  • Daun kacang panjang & air kapur sirih. Daun dicuci bersih, lalu diremas-remas dengan sedikit air kapur sirih. Bubuhkan pada payudara yang bengkak, jangan terkena puting.
  • Daun dadap serep (daun tahi lalat). Daun diremas halus, lalu tempelkan pada payudara yang sakit
  • Bawang Putih. Bawang putih dibersihkan dengan air hangat kemudian dilumutkan. Bubuhkan lumutan bawang putih tersebut pada payudara yang sakit.

     Beritahukan kepada dokter jika menggunakan obat-obat alternatif. Menyembunyikan penggunaan obat-obatan alternatif dapat berbahaya. Secara medis, pengobatan yang dilakukan kepada mereka yang menderita kanker serviks hampir sama dengan pengobatan yang dilakukan oleh penderita kanker payudara.

  1. Pembedahan (Operasi)
  2. Penyinaran (Radioterapi)
  3. Pemakaian Obat-obatan pembunuh sel kanker (Sitostatika/Khemoterapi)
  4. Peningkatan daya tahan tubuh (Imunoterapi)
  5. Pengobatan dengan Hormone

Perbedaan antara pengobatan PEMBEDAHAN dan KEMOTERAPI :

1. Pembedahan

Bentuk pengobatan kanker yang paling tua.  Pada tahun 1988, dari 1 juta orang Amerika yang menderita kanker, 64% telah menjalani pembedahan dan 62% dari kelompok ini mengalami kesembuhan. Pengobatan dan Prognosa ditentukan oleh beratnya dan penyebaran kanker (stanging). Pada stadium dini, beberapa kanker sering dapat disembuhkan hanya dengan pembedahan. Pembedahan memang hanya bisa dilakukan pada kanker stadium dini.

2. Kemoterapi

Belum ditemukan obat kanker yang ideal, yang mampu menghancurkan sel-sel kanker tanpa mencederai sel-sel normal. Meski demikian, banyak penderita yang bisa diobati dengan obat-obatan antikanker (Kemoterapi). Efek samping dari kemoterapi sudah dapat dinimalisir. Beberapa yang telah melakukan kemoterapi mengalami kesembuhan. Obat antikanker dikelompokkan kedalam beberapa kategori, yaitu :

  • Alkylating Agents (Gas Mostar)
  • Antimetabolit
  • Alkaloid tanaman
  • Antibiotik Antitumor
  • Enzim
  • Hormon
  • Pengubah respon biologi

      Terapi dilakukan untuk menggunakan obat yang bekerja pada bagian yang berbeda dari proses metabolisme sel, sehingga akan meningkatkan proses penghancuran jumlah sel-sel kanker. Selain itu, efek samping yang berbahaya dari kemoterapi bisa diminimalisasi dengan mengurangi dosisnya. Saat mengkombinasikan obat-obatan tersebut maka dosis masing-masing obat lebih sedikit dibandingkan dosis yang diperlukan saat obat tersebut digunakan tersendiri. Kombinasi obat bisa dilakukan seperti menggabungkan obat yang membunuh sel-sel tumor dengan obat yang merangsang sistem kekebalan terhadap kanker.

     Berikut adalah beberapa SOLUSI untuk menurunkan risiko kanker payudara yang beresiko terhadap wanita dan pria, yakni :

  1. Beraksi. Jika Anda termasuk berisiko tinggi terkena kanker payudara (misalnya memiliki sejarah keluarga yang menderita kanker), segera lakukan aksi untuk melindungi diri sendiri. Misalnya mengubah gaya hidup dan rutin melakukan pemeriksaan.
  2. Olahraga. Dengan rajin berolahraga, sel-sel lemak mampu disingkirkan dari dalam tubuh. Badan bukan cuma sehat dan bugar karena bergerak aktif, tetapi risiko payudara juga akan menurun. Sebab sel-sel lemak selama ini diduga mampu memicu pertumbuhan tumor.
  3. Aktif. Meski jarang pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga, Anda bisa aktif melakukan pekerjaan rumah tangga. Jangan serahkan semuanya pada pembantu. Sekali-kali lakukan sendiri demi menurunkan risiko kanker payudara.
  4. Berat badan. Obesitas adalah salah satu pemicu kanker payudara. Jadi jika merasa memiliki berat badan berlebih, segera temukan cara untuk melangsingkan tubuh. Dengan menjaga berat badan ideal, risiko kanker payudara bisa menurun hingga 50 persen.
  5. Diet. Ada diet khusus yang disarankan para ahli demi menurunkan risiko kanker payudara. Adalah diet mediterania yang selama ini disebut paling baik dan mampu menangkal berbagai macam penyakit. Meski belum ada bukti ilmiah bahwa diet mediterania mampu menurunkan risiko kanker payudara, namun menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan melalui diet tersebut tetap penting untuk dilakukan.
  6. Alkohol. Kurangi konsumsi alkohol demi menurunkan risiko kanker payudara. Cukup segelas saja dalam sehari. Sebab konsumsi alkohol dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.
  7. Terapi hormon. Hati-hati ketika melakukan terapi hormon. Sebab proses tersebut memengaruhi sistem hormon alami yang ada dalam tubuh. Jika hormon jadi tidak seimbang, tubuh pun lebih rentan terkena kanker payudara.
  8. Pekerjaan. Beberapa penelitian pernah menyebutkan kalau bekerja di malam hari mampu meningkatkan risiko kanker, salah satunya payudara. Jadi jika Anda adalah pekerja shift yang mendapat jatah jam malam, sebaiknya jangan teruskan pekerjaan tersebut dalam jangka panjang.
  9. Pemeriksaan. Kanker payudara stadium awal yang mampu dideteksi sejak dini mampu memberikan keuntungan bagi penderita, yaitu menambah kesempatan bertahan hidup mereka. Untuk itu, jangan ragu melakukan pemeriksaan rutin demi mendeteksi gejala kanker payudara sejak dini.
  10. Kolesterol. Menjaga kadar kolesterol agar tetap seimbang bukan cuma menjauhkan Anda dari penyakit jantung, tetapi juga menurunkan risiko kanker payudara.
  11. Suplemen ikan. Sebuah penelitian pernah menyebutkan bahwa konsumsi suplemen minyak ikan mampu menurunkan kanker payudara sampai dengan 30 persen. Menurut peneliti, minyak ikan mampu menurunkan inflamasi dan mencegah sel berkembang menjadi ganas.
  12. Menyusui. Menyusui sering disebutkan mampu memberi manfaat kesehatan bagi bayi. Namun tahukah Anda, ibu yang menyusui sebenarnya juga mendapat keuntungan serupa, salah satunya adalah menurunkan risiko kanker payudara.
  13. Stres. Kebanyakan penyakit fisik pada dasarnya disebabkan oleh beban pikiran atau stres. Jadi ketika Anda mulai menyadari tanda-tanda stres atau depresi, segera atasi hal tersebut demi terhindar dari kanker payudara.
  14. Kimia berbahaya. Salah satu penyebab kanker payudara adalah senyawa berbahaya bernama bisphenol A yang ditemukan pada plastik dan pembungkus makanan. Jadi jika ingin menurunkan risiko kanker payudara, ada baiknya Anda menghindari kimia berbahaya tersebut.
  15. Buah dan sayur. Sayuran hijau memang menyehatkan. Tetapi jangan hanya makan sayur dan buah yang itu-itu saja setiap hari. Coba nikmati berbagai jenis sayur dan buah demi menurunkan risiko kanker payudara.
  16. Serat. Penelitian lainnya pernah menyebutkan hubungan antara konsumsi serat tinggi dengan rendahnya risiko kanker payudara. Beberapa makanan yang berserat tinggi adalah kacang, gandum, buah, dan juga sayur.
  17. Implan payudara. Wanita yang melakukan implan payudara berisiko tinggi meninggal karena kanker payudara. Jadi jika hal itu tidak ingin terjadi, sebaiknya hindari prosedur implan pada payudara.
  18. Aspirin. Mengonsumsi aspirin mampu menurunkan kadar estrogen. Secara tidak langsung, risiko kanker payudara juga menurun karena salah satu pemicu penyakit tersebut adalah tingginya kadar estrogen dalam tubuh.
  19. Matahari. Cahaya matahari alami adalah sumber vitamin D terbaik yang mampu menurunkan risiko kanker payudara hingga 50 persen, demikian menurut penelitian terbaru.

“APABILA ANDA MERASA DIRI ANDA SEHAT, NAMUN APABILA ADA YANG TIDAK BERES PADA TUBUH ANDA, SEGERA PERIKSA DAN KONSULTASI DIRI ANDA KE AHLI MEDIS YANG ANDA PERCAYAKAN”

kanker payudara 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s